Selasa, 09 November 2010

Cecak:Membunuh dan Meniup

Ada tema diskusi yang menarik diantara kami yaitu :

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ حَدَّثَنَا نَافِعٌ قَالَ حَدَّثَتْنِي سَائِبَةُ مَوْلَاةٌ لِلْفَاكِهِ بْنِ الْمُغِيرَةِ قَالَتْ
دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ فَرَأَيْتُ فِي بَيْتِهَا رُمْحًا مَوْضُوعًا قُلْتُ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ مَا تَصْنَعُونَ بِهَذَا الرُّمْحِ قَالَتْ هَذَا لِهَذِهِ الْأَوْزَاغِ نَقْتُلُهُنَّ بِهِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنَا أَنَّ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَامُ حِينَ أُلْقِيَ فِي النَّارِ لَمْ تَكُنْ فِي الْأَرْضِ دَابَّةٌ إِلَّا تُطْفِئُ النَّارَ عَنْهُ غَيْرَ الْوَزَغِ كَانَ يَنْفُخُ عَلَيْهِ فَأَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَتْلِهِ

Telah menceritkan kepada kami [Affan], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir], telah menceritakan kepada kami [Nafi'], dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Saibah, pembantunya Fakih bin Al-Mughirah], dia berkata; "Saya menemui [Aisyah] dan saya melihat ada tombak yang tergeletak, saya berkata; 'Wahai Ummul Mukminin! apa yang kamu perbuat dengan tombak ini?" Aisyah berkata: "Tombak ini adalah untuk membunuh tokek (cecak) karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. pernah bercerita kepada kami bahwa Ibrahim AS. ketika dilempar ke dalam kobaran api tidak ada binatang di bumi melainkan mereka berusaha memadamkan api tersebut, kecuali tokek (cecak). Dia meniup kobaran api untuk mencelakai Ibrohim AS. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. memerintahkan kami untuk membunuhnya." (Musnad Ahmad, hadits ke 23393 )

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَا أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dan ['Abdu bin Humaid] keduanya berkata; Telah mengabarkan kepada kami ['Abdur Razzaq]; Telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar membunuh Al Wazagh (cecak) dan beliau memberi nama Fuwaisiq (si fasik kecil)." (shohih Muslim, kitab; Salam, bab; Sunnah membunuh Cecak, hadits ke 4154)

Hadits di atas adalah hadits Sohih semua,renungan :
1. Nabi memerintahkan untuk membunuh cecak
2. Kesalahan cecak dahulu yg meniup api ketika Nabi Ibrohim dibakar.
3. Cecak diberi gelar Fuwaisiq (si fasik kecil) padahal hewan tidak diberi syari’at?

Wa bismillah.........
Ada batasan sebelum kajian hadits yaitu ;
  1. tidak membahas zat yang terkandung dalam fisik cecak
  2. berlaku azas pengecualian bahwa Allah tidak mungkin menciptakan makhluk dengan sia-sia
  3. tidak membahas masa berlakunya hadits diatas karena sampai saat ini tidak ada nash yang membatalkan kedua hadits tersebut seperti hadits larangan berziarah kubur.

Setiap jenis hewan pasti memiliki naluri yang pada naluri tersebut didasarkan pada keinginan mempertahankan hidup.Sehingga dapat dipahami bahwa hewan pun diberi pilihan oleh Allah.Misal,anjing yang taat paa majikan terkadang ‘mbalelo’/menunjukkan sifat bandel,merpati seringkali tidak pulang ke sarangnya bahkan semut (pada masa nabi Sulaiman as) berkata,”..masuklah kalian ke dalam sarang.Sesungguhnya Sulaiman dan tentaranya....”
Semut adalah jenis hewan yang pasti memiliki volume otak lebih kecil dari cecak.Contoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa hewan memiliki pilihan tetapi mereka tidak dikenai syariat sebagaimana manusia karena hewan tidak memiliki akal dan nafsu seperti yang dimiliki manusia.
Lantas mengapa Rasulullah saw memerintahkan membunuh cecak?Dan mengapa pada saat nabi Ibrahim dibakar justru cecak meniup api yang membakar nabi Ibrahim?Ada beberapa kemungkinan untuk itu,yaitu ;
  1. Kotoran yang keluar dari cecak adalah najis.Bisa dibayangkan jika pada saat kita melakukan sholat tiba-tiba ada kotoran cecak jatuh menimpa pakaian kita.Selain itu bangkai cecak terkadang menimbulkan bau yang tidak sedap,sekali lagi,bisa dibayangkan jika ada cecak mati pada makanan yang kita simpan.Perintah membunuh cecak lebih dipahami sebagai perintah yang wajibnya tidak seperti wajib membunuh dalam peperangan atau membunuh jika nyawa terancam.Tetapi dipahami saja sebagai reaksi wajar jika ada nyamuk yang mengigit kulit.Seketika dan plak.....Bukankah perintah membunuh ular pun ada tahap-tahap yang harus dilewati?Apabila perintah membunuh cecak dipahami seperti pemahaman perang dan sholat jamaah maka harus ada sejarah atau riwayat bahwa sahabat dan tabi’in pernah berburu dan membunuh cecak secara massal (seperti “fogging” nyamuk,berburu tikus di sawah dan lain-lain).Dan pertempuran melawan cecak akan terus berlangsung hingga akhir jaman.Bukankah itu upaya yang sia-sia? 
  2.  Cecak meniup untuk berusaha mendinginkan api.Kalimat pada hadits ,”.... kecuali tokek (cecak). Dia meniup kobaran api untuk mencelakai Ibrohim AS...”kami pahami demikian bahwa ketika semua binatang berusaha memadamkan api,Rasulullah tidak menjelaskan cara hewan-hewan tersebut.Hanya “..kecuali cecak.Dia meniup kobaran api untuk mencelakai Ibrahim as (dia meniup api saja,api yang berkobar untuk mencelakai Ibrahim as-dan tiupan cecak adalah berusaha mendinginkan karena dia merasa terancam terbakar-jadi cecak mementingkan keselamatan dirinya daripada keselamatan Ibrahim as).Dan boleh jadi cecak tidak mengetahui bahwa di dalam api itu ada Ibrahim as karena jika dia tahu –kami yakin- cecak akan bersikap seperti anjing pada Ashabul Kahfi atau hud-hud pada nabi Sulaiman as).Berarti Rasulullah salah menilai cecak?Tidak.Bukankah keselamatan nabi/rasul lebih utama daripada tiap individu siapapun dia?Itulah alasan yang kami pahami tentang dasar penilaian Rasulullah saw terhadap cecak (pada hadits pertama).
  3. Gelar Al Fuwaisiq yang diberikan Rasulullah saw pada cecak dapatlah kami pahami sebagai gelar yang berdasarkan kebiasaan cecak memakan mangsa dalam keadaan mangsanya hidup.Fasik apabila disandarkan pengertian kepada Al Quran memiliki makna merusak.Membunuh adalah bagian dari merusak dan kebiasaan cecak memakan mangsa dalam keadaan hidup berarti cecak membunuh makhluk hidup.Apakah buaya singa dapat dikatakan fasik?Bisa karena dia membunuh.Tetapi pembunuhan yang dilakukan hewan terhadap hewan lain adalah bagian sunatullah untuk kelangsungan hidup para hewan di dunia hewan.Gelar tersebut seperti gelar yang disematkan pada Abu Hurairah (Bapaknya Kucing),gelar pada Ummi ‘Aisyah (Delima Merah atau apa saya tidak ingat).Apakah Abu Hurairah adalah bapak dari kucing?Tentu tidak.
       
Demikian sekelumit uraian kami mengkaji hadits membunuh cecak.
Didedikasikan kepada saudaraku bernama samaran Xarel X atas semua diskusi.,Semoga Allah menyertai anda.

22 komentar:

  1. Assalamu'alaikum wr.wb.

    trims cak ustadz Osamah.

    Penjelasannya sangat luas dan bagus, tapi masih ada kendala bagiku:

    1. Jika memang yg salah adalah cecak pd zaman Nabi Ibrahim lalu mengapa cecak pada zaman nabi dan sampai sekarang juga kena getahnya, sehingga diwajibkan untuk dibunuh. bukankah itu namanya dosa waris?

    2. Bukankah yg menerima taklif/syariat itu Jin dan Manusia, lalu mengapa cecak ikut merasakan adzab dan julukan fasik kecil, bukankah hewan tidak dimintai pertanggung jawaban?

    kutunggu jawabn cak Osamah

    BalasHapus
  2. waalaikum salam..

    Osamah menjawab :

    bro..jawab ;
    1.kesalahan cecak bukan pada jaman nabi ibrahim as,seperti penjelasan no 1 bahwa cecak dibunuh karena fisik yang najis (kotoran dan bangkai cecak) terutama ukuran yang kecil sehingga kotoran dan bangkainya dapat "menyelinap" pada makanan yang kita simpan.
    2.dibunuh untuk cecak bukanlah adzab baginya seperti fogging pada nyamuk.apabila kita secara sengaja membunuh nyamuk yang mengigit,apakah pembunuhan itu azab bagi nyamuk?
    julukan fasik kecil telah saya uraikan diatas pada point 3.

    semoga bermanfaat
    wassalam

    BalasHapus
  3. @ rony osama
    assalamu'alaikum.
    Topiknya berat, ga mau koment dulu ah, takut salah.
    Sekedar mampir mau melihat keadaan mas rony gemana, sehat ? Semoga tetap dalam lindungan n rahmat Allah SWT.
    Wassalamu'alaikum.

    BalasHapus
  4. assalamu'alaikum.

    Cak osamah,

    1.cecak yg najis itu ketika masih hidup atau sudah mati? jika memang najis harus dibunuh mengapa anjing malah boleh diperlihara utk beruru, bahkan tdk ada perintah utk membnuh anjing, padhal najisnya anjing lebih besar dari pada nasjisnya bangkai cecak. jika memang cecak hidup itu najias, apkah ada dalil yg menguatkan..?

    2. jika nyamuk jelas membawa dampak penyakit, tetapi menyamakan nyamuk dg cecak malah jauh sekali, bukankah cecak pemangsa nyamuk, justru itu salah satu ekosistem yg harus dipelihara gar gangguan nyamuk biar berkurang.dan belum pernah ada badan kesehtan dunia yg memasukkan cecak pembawa penyakit dan visrus sehingga harus dibasmi.
    3. gelar fuwaisik
    jika memang karena cecak memangsa hewan lain ketika masih hidup llau mengapa hanya cecak saja yg diberi gelar fasik kecil, mengapa hewan lain seperti kucing, macan, kadal, ular tdk diberi gelar fasik kecil....?

    wassalamu'alaikum wr wb.

    BalasHapus
  5. waalaikum salam wr wb
    assalamu alaikum
    @samranji...
    alhamdulilla baik

    @xarel x..
    3 tanggapan anda memaksa saya harus "diam" untuk sementara waktu,insya allah jika "dibuka" untuk itu saya akan menanggapi.

    wasslamualaikum wrwb

    dari osamah

    BalasHapus
  6. Osamah mengatakan :

    Assalamu alaikum
    Alhamdulillah setelah ashar,itunya “dibuka”....
    @Xarel X
    Anda =>
    Cak osamah,

    1.cecak yg najis itu ketika masih hidup atau sudah mati? jika memang najis harus dibunuh mengapa anjing malah boleh diperlihara utk beruru, bahkan tdk ada perintah utk membnuh anjing, padhal najisnya anjing lebih besar dari pada nasjisnya bangkai cecak. jika memang cecak hidup itu najias, apkah ada dalil yg menguatkan..?

    Saya =>
    Najis pada anjing lebih bisa dihindari oleh manusia mulai air liur hingga bangkai.Bangkai anjing bisa dikubur/dibakar jika kita menemukannya (dan itu lebih mudah daripada mencari bangkai cecak).Pada hadits disebutkan al wazagh dan bukan masalah jika al wazagh disini kita sempitkan menuju cecak.Saya tidak mengatakan cecak hidup adalah najis tetapi fisik maksud saya adalah kotoran dan bangkai cecaklah yang najis.Sifat najis tentu anda sudah pahami dari perubahan warna dan bau (kayaknya ada lagi tapi saya lupa).Bangkai cecak,telur cecak dan makanan cecak yang tercecer (bukan hanya nyamuk termasuk juga kupu-kupu) sudah tentu akan mengundang hewan perusak lain seperti tikus.

    2. jika nyamuk jelas membawa dampak penyakit, tetapi menyamakan nyamuk dg cecak malah jauh sekali, bukankah cecak pemangsa nyamuk, justru itu salah satu ekosistem yg harus dipelihara gar gangguan nyamuk biar berkurang.dan belum pernah ada badan kesehtan dunia yg memasukkan cecak pembawa penyakit dan visrus sehingga harus dibasmi

    Saya =>
    Nyamuk dan cecak jelas berbeda dari segi manfaat saat hidupnya.Nyamuk bisa membawa penyakit tetapi cecak belum terbukti pembawa penyakit tetapi bisa mengundang penyakit lain.Seperti point 1 diatas bahwa bangkai + telur + sisa makanan (bangkai) cecak dapat mengundang tikus dan tikus membawa pes plus lain-lain (anda pasti tahu maksud saya).
    .
    3. gelar fuwaisik
    jika memang karena cecak memangsa hewan lain ketika masih hidup llau mengapa hanya cecak saja yg diberi gelar fasik kecil, mengapa hewan lain seperti kucing, macan, kadal, ular tdk diberi gelar fasik kecil....?
    Saya =>
    Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِى الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ ، وَالْعَقْرَبُ ، وَالْحُدَيَّا ، وَالْغُرَابُ ، وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ
    “Ada lima jenis hewan fasiq (berbahaya) yang boleh dibunuh ketika sedang ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak dan kalb aqur (anjing galak).” (HR. Bukhari no. 3314 dan Muslim no. 1198)
    Masa Ihram adalah masa tidak boleh membunuh tetapi keringanan diberikan jika menemui kondisi seperti yang dimaksud dalam hadits diatas.Macan,kadal,ular tidak diberi julukan si fasik kecil tetapi disebut hewan fasiq (dalam arti berbahaya) karena,boleh jadi,mereka tidak tinggal satu atap dengan manusia (kecuali peliharaan).Kucing dan anjing sama-sama membunuh tetapi tidak ada gelar fasik kecil karena kerusakan yang ditimbulkan keduanya masih lebih kecil dari manfaat yang diperoleh dari keduanya.bahkan untuk yang terlatih keduanya bisa tahu dimana harus buang air (….meski toilet umum di terminal tidak pernah dimasuki oleh keduanya hahahha…).Tetapi cecak harus tetap ada untuk menuntaskan misi utamanya sebagai pemburu nyamuk.
    Perintah membunuh untuk cecak bukanlah perintah diburu untuk dibunuh,hanya jika menemui saja dan tidak merepotkan manusia ( kan aneh dalam keadaan dzikir lalu lihat cecak lantas dibunuh dengan meninggalkan konsentrasi dzikirnya,nah ini mana yang jadi prioritas buat anda?)
    Ataukah perintah tersebut untuk menguji kualitas iman kita,sami’na wa atho’na?tanpa mengetahui alasan mengapa dibunuh.Dan rahasia cecak dibunuh dikembalikan pada hanya Allah dan rasulNya yang mengetahui.
    Point tambahan :seorang teman mengatakan pada kami bahwa rumah yang bersih dan sehat akan jauh dari jangkauan cecak (cecak jarang ditemui dalam rumah tersebut).Perkataan teman ini apakah isyarat untuk hidup bersih dan sehat?
    Wallahu’alam
    Wassalamu alaikum wr wb

    BalasHapus
  7. خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِى الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ ، وَالْعَقْرَبُ ، وَالْحُدَيَّا ، وَالْغُرَابُ ، وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ
    “Ada lima jenis hewan fasiq (berbahaya) yang boleh dibunuh ketika sedang ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak dan kalb aqur (anjing galak).” (HR. Bukhari no. 3314 dan Muslim no. 1198)

    hewan-hewan dlm hadits di atas, memang sangat berbahaya bisa menganggu manusia bahkan mematikan dan itu sudah lumrah difahami sebagai binatang buas.
    coba perhatikan cecak, dia tdk mempunyai taring, tidak mempunyai upas racun, tidak mepunyai tanduk. lalu dari segi apakah cecak disebut dg fasik diartikan dg buas?
    bukankah bahasa arabnya fasik dan buas sangat berbeda.
    jika kita kembali ke Qur'an dan Hadits secara umum, sifat fasik hanya diberikan kepada manusia yg membangkang serta sering melanggar perintah Allah dan Rasul-nya. lalu mengapa disamakan antara pengertian fasik dg buas?

    BalasHapus
  8. assalamu alaikum
    osamah berujar:
    cukuplah hewan dikatakan buas apabila memakan makhluk hidup sebagai makanan dalam keadaan hidup dan bangkai (dan cecak memiliki syarat utk hal ini).Fasiq berarti menyimpang dari ketaatan tetapi bisa dipahami dari segi bahwa menyimpang termasuk perbuatan yang merusak.Contoh,orang itu telah fasik karena mencuri (dan lain-lain perbuatan menyimpang) bisa diartikan bahwa org tsb telah merusak tatanan etika.Cecak dikatakan fasik (merusak karena membunuh) karena naluri dasar bertahan hidup dan kategori fasik dapat disematkan pula pada hewan2 yang membunuh utk makan/membahayakan.
    Gelar cecak si fasiq kecil,saya memahami sebagai gelar seperti gelar yang disandang Abu Hurairah,Rasulullah pada Abu Qosim,Aisyah pada Humairah.
    semoga bermanfaat.
    wassalam

    BalasHapus
  9. Anda =>Ibrahim AS. ketika dilempar ke dalam kobaran api tidak ada binatang di bumi melainkan mereka berusaha memadamkan api tersebut, kecuali tokek (cecak). Dia meniup kobaran api untuk mencelakai Ibrohim AS.
    Saya => Dalam Surat Al-Ambiya' 69 "Kami berfirman : "Hai Api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim"
    Dalam ayat tersebut saya menangkap bahwa api dingin karena diperintah langsung oleh Allah SWT untuk dingin, tidak melalui binatang untuk mendinginkannya.
    Jika melului binatang, mestinya perintahnya "Hai semua binatang dinginkan api yang membakar Ibrahim ....".
    Ada penjelasan Boss. kasian ini si tokek.

    BalasHapus
  10. osamah berujar :
    @kaisnet..
    pada hadits diatas "... karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. pernah bercerita kepada kami bahwa Ibrahim AS. ketika dilempar ke dalam kobaran api tidak ada binatang di bumi melainkan mereka berusaha memadamkan api tersebut, kecuali tokek (cecak). Dia meniup kobaran api untuk mencelakai Ibrohim AS. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. memerintahkan kami untuk membunuhnya."Inilah yang menjadi sumber diskusi meskipun Allah memerintahkan api menjadi dingin tetapi hadits menempatkan api untuk dingin.Saya berpikir tiupan cecak pada api adalah reaksi wajar hewan untuk menghindar dari panas.penanya (sdr xarel x) tidak menganggap demikian.mohon masukan dan dibaca ulang.trims.

    BalasHapus
  11. Sehemat saya cecak meniup api bukan arti meniup sesungguhnya,karena ditulis disitu semua binatang bumi,semua binatang bumi takut pada api bahkan rama rama dan nyamuk sering terpanggang api, semua binatang bumi berdoa agar Allah memadamkan api ,kecuali cecak ? karena cecak sangat senang dengan adanya api,ia terus berdoa kepada Allah agar api dibumi dinyalakan sebesar besarnya sebab dengan adanya api rama rama dan binatang yang menjadi mangsa cecak akan mudah didapatkan oleh cecak.mau bukti ? lihat dekat lampu listrik cecak banyak berkeliaran untuk menangkap mangsa.
    -kalau katak dilarang membunuhnya karena katak sering berdoa agar Allah menurunkan hujan dengan tdk terlalu banyak agar ia bisa berenang sekaligus melompat dan katak bisa bertelur diair yg dangkal.
    -adapun gelar fasik kecil karena cecak adalah binatang yang nakal,sering berak sembarangan ,menajiskan tempat dan makanan (kita tidur sambil nganga ati ati, bila lampu ngak dipadamkan ,mulut kita bisa nelan tai cecak,he he he ,canda ),sering menyaksikan manusia berhubungan sex dari atas .
    -maaf itu hanya dari fikiran saya.

    BalasHapus
  12. assalaum alaikum
    @hamba
    trims telah berkunjung...
    antara meniup api supaya dingin dan menyalakan api agar panasnya terjaga adalah 2 hal yang sama2 benar (karena kita tidak tahu maksud cecak kecuali menduga aja kan?)
    tetapi gelar fasik berdasarkan komen anda adalah hal yang tidak terpikir oleh saya,,,,alhamdulillah,Allah mengirim anda untuk membuka hijab kecil yang samar.
    trims sodaraku...
    salam ukhuwah

    BalasHapus
  13. Ya Allah... Maafkan aku yang tak akan ambil pusing dengan benar tidaknya Hadits ini dan tidak mengamalkan anjurannya walaupun telah diberi label shahih oleh manusia...
    Ya Allah... Sungguh aku lebih senang memikirkan ayat-ayat Alquran-Mu daripada hadits-hadits yang seperti ini... dan aku yakin andai Rasul-Mu masih hidup saat ini beliau tentu tak akan marah kepadaku karena menyangsikan haditsnya ini...

    BalasHapus
  14. salam
    @fean
    sikap saya terhadap hadits diatas kurang lebih sama dengan anda
    semoga Allah mengampuni kita dari waktu yang telah kita lewati.
    salam
    Abu Hanan

    BalasHapus
  15. alhamdulillah, trims buat postingnya ya akhi,,,

    BalasHapus
  16. bohonggggggggggg.apa salahnya tokek ama kita

    BalasHapus
  17. COMEN SAYA:...

    HATI2 DENGAN HADIS,,,, KARENA BANYAK SEKALI PEMALSUAN ATO PLINTIRAN,,,

    SEBAIKNYA TETAPLAH BERSANDAR PADA AL-QURAN...

    karena QURAN telah terjamin Keotentikannya dari ALLAH...

    sebaiknya kita simak hadis yg di berikan oleh Juragan Blog ini..

    Telah menceritkan kepada kami [Affan], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir], telah menceritakan kepada kami [Nafi'], dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Saibah, pembantunya Fakih bin Al-Mughirah], dia berkata; "Saya menemui [Aisyah] dan saya melihat ada tombak yang tergeletak, saya berkata; 'Wahai Ummul Mukminin! apa yang kamu perbuat dengan tombak ini?" Aisyah berkata: "Tombak ini adalah untuk membunuh tokek (cecak) karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. pernah bercerita kepada kami bahwa Ibrahim AS. ketika dilempar ke dalam kobaran api tidak ada binatang di bumi melainkan mereka berusaha memadamkan api tersebut, kecuali tokek (cecak). Dia meniup kobaran api untuk mencelakai Ibrohim AS. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. memerintahkan kami untuk membunuhnya." (Musnad Ahmad, hadits ke 23393 )

    ==============|

    jika di baca , Hadis ini bersumber dari aisyah..

    maka kita bandingkan dengan hadis lain...

    hadis Bukhori - muslim

    MUTIARA HADIS KARYA Muh. Fu'ad abdul Baqi

    1444. Aisyah r.a. berkata : Nabi Saw menyebut cicak itu fuwasiq, tetapi aku tidak mendengar perintah membunuhnya...


    sekarang perhatikan hadis yg sama2 diriwayat kan oleh aisyah....

    SECARA PRIBADI... saya tidak mudah percaya pada hadis yg tidak sejalan dengan al-quran.., walaupun MANUSIA menyatakan bahwa itu sahih...

    karena siapa yg bisa menjamin distorsi sebuah riwayat???? hanya dua perkara yg bisa menjadi rujukan kita sebagai perisai agar tak tertipu oleh hadis2 yg bisa saja tlah dipalsukan..

    yaitu... AL-QURANUL KARIM... DAN (AKAL + NURANI)...

    karena senjata terampuh manusia adalah AKAL dan HATI... (silahkan baca quran ttg itu)
    "

    BalasHapus
  18. hadis yg juragan postingkan... menurut saya itu hadis PALSU ato setidaknya Telah Diplintir...

    karena :

    1. ada hadis dr aisyah yg menentang hadis tsb.

    2. Yahudi sejak dahulu emang suka merubah ,, jgn kan hadis,,, ayat ayat Allah pun tega mereka ubah.

    3. ada riwayat yg berbau dongeng pada hadis tsb..

    lucu sekali... CICAK Meniup API.......,,,, maka Gunakanlah AKAL utk memikirkan , perkara tsb masuk akal ato tidak... sehingga SUNATULLAH yg ALLAH tetapkan tidak ternodai oleh karangan manusia.....

    BalasHapus
  19. @anonim...
    tread ini adalah utk menjawab pertanyaan sdr Xarel X di sebuah forum.sikap saya ttg hadits ini sangat jelas di tanggapan atas komen @Fean.
    wassalam

    BalasHapus
  20. Cicak Menghilang, Penyakit Mengancam
    Headlines | Thu, Dec 3, 2009 at 01:11 | Lebak, matanews.com

    Populasi cicak di Kabupaten Lebak, Banten, selama beberapa tahun terakhir ini terancam kehilangan makanan akibat dampak kerusakan pelestarian lingkungan alam.

    “Saat ini satwa cicak sulit ditemukan di tembok-tembok rumah penduduk karena habitatnya sebagai tempat berlindung dan berkembang biak kehilangan makanan,” kata dr Ramdani, saat melakukan penilitian cicak di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu.

    Ramdani mengatakan, saat ini populasi cicak lebih baik mendiami lubang tanah, sampah dan rumput karena habitatnya sudah tidak aman kembali. Karena itu, populasi cicak sulit ditemukan di tembok rumah warga atau pohon. “Kalau dulu jika malam sudah tiba banyak cicak berkeliaran pada dinding rumah penduduk,” katanya.

    Menurut dia, menghilangnya cicak pada dinding rumah warga karena mereka kesulitan untuk memperolah makanan seperti binatang sejenis nyamuk atau ulat-ulatan. Selain itu, menghilangnya cicak meningkatkan penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan penyakit lainya yang ditularkan nyamuk meningkat.

    Populasi cicak di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sekitar tahun 1970-an masih banyak ditemukan di tembok dinding rumah warga. Namun demikian, kata dia, diperkirakan saat ini jumlah populasi cicak semakin berkurang.

    Sebetulnya, binatang merayap ini cukup bermanfaat bagi lingkungan hidup karena cicak dapat mengurangi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). “Saat ini munculnya kasus penyakit DBD di antaranya akibat berkurangnya populasi cicak,” katanya.

    Dia menyebutkan, setiap rumah diperkirakan antara 120 sampai 150 ekor, namun sekarang cicak yang berlindung ditembok-tembok rumah warga sangat terbatas. Berkurangnya cicak, ujar dia, akibat kerusakan pelestarian lingkungan lahan dan alam.

    Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat melestarikan populasi cicak tersebut untuk mengantisipasi penyakit yang membahayakan bagi manusia. “Jika kita melestarikan cicak tentu mereka akan memakan nyamuk-nyamuk sebagai pembawa virus itu,” katanya.

    Sementara itu, warga Rangkasbitung, mengaku saat ini banyak warga melakukan perburuan cicak untuk dijual ke pedagang ikan hias maupun burung. “Saya semalam bisa mendapat uang Rp30 ribu dari hasil tangkapan cicak,” kara Udi (45) warga Rangkasbitung.(*an/z)

    BalasHapus
  21. Manusia Yang DiJuluki Cecak Oleh Nabi
    Kebiasaan para sahabat Nabi saw. apabila seorang dari mereka di karunia seorang anak, ia membawa bayi mungil yang baru di lahirkan kepada Nabi saww. untuk di doakan dan diberi berkah, Nabipun terkadang memangku bayi itu sambil mendoakan dan terkadang mendulangnya dengan kunyahan korma. Ketika Hakam ayah Marwan datang membawa bayinya (Marwan) kepada Nabi saww., maka beliau berpaling dan enggan bemberikan doa dan keberkahan bagi si bayi itu, Nabi justru bersabda:
    الوَزَغُ ابنُ الوَزَغِ , المَلْعُونُ ابنُ الملعونِ.
    Bayi ini adalah cecak anak cecak, yang terkutuk anak orang terkutuk.
    Demikian diriwayatkan para ulama’, diantaranya Al-Hakim an-Nisyaburi dalam Mustadraknya. Diriwayat kan dari Imam Hasan beliau berkata kepada Marwan ibn al-Hakam:
    لَقَدْ لَعَنَكَ اللهُ على لِسانِ رَسُولِِ اللهِ (ص) وَ أَنْتَ فِيْ صُلْبِ أَبِيْكَ.
    Allah Benar-benar telah melaknat kamu melalui lisan Nabi-Nya sementara kamu masih berada di sulbi ayahmu.
    Al-Muttaqi al-Hindi meriwayatkan dari Aisyah, ia berkata kepada Marwan:
    Sesungguhnya Rasulullah telah melaknat ayahmu sementara kamu masih dalam sulbinya, jadi kamu adalah sebagian dari laknat Allah.
    Ibnu Umar sebagaimana diriwayatkan al-Bazzar, berkata: Allah telah melaknat al-Hakam dan keturunannya atas lisan Nabi-Nya. Dalam berbagai Tafsir juga dijelaskan, antara lain al-Qurtubi ketika menafsirkan sebuah ayat:
    إِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآَنِ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا
    Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia". Dan Kami tidak menja dikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepa damu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.(Qs. Al Israa':60)
    Beliau menjelaskan suatu ketika nabi memim pikan Bani marwan ketika turun dari mimbar seperti monyet yang meloncat dari mimbarnya, sambil mengutip pendapatnya Sahl, ia menjelaskan bahwa yang dimaksud di dalam mimpi Rasulullah tersebut adalah bani umayyah ketika tutun dari singgsasnanya, seperti monyet yang lompat.
    lebih lengkapnya lihat di bukur REINKARNASI DALAM AL-QUR'AN DAN HADITS
    http://cahayagusti.blogspot.com/2011/08/normal-0-false-false-false.html

    BalasHapus
  22. Ada sebuah riwayat dari jalur ahlul bait yang menceritakan manusia dirubah bentuknya menjadi cecak
    Dari Salih, dari al-Wasya’, dari Kiram, dari Abdullah bin Talhah berkata: Aku telah bertanya Abu Abdullah (Imam Ja’far Shodiq) mengenai cecak (al-Wazagh), maka beliau berkata: Kotor, perubahan bentuk telah terjadi (rijsun wa huawa maskhun). Apabila anda membunuhnya, maka hadats. Kemudian beliau berkata: Sesungguhnya bapakku telah duduk di dalam ruangan bersama seorang lelaki yang sedang berbicara kepadanya, tiba-tiba seekor cecak menjelir lidahnya, maka bapakku berkata kepada lelaki itu: Apakah anda mengetahui apa yang dikatakan oleh cecak itu? Lelaki itu berkata: Aku tidak mengetahui apa yang dikatakan olehnya. Beliau berkata: Cecak berkata: Demi Allah, jika kamu menyebut Usman dengan cacian, niscaya aku akan mencaci Ali sehingga dia pergi dari sini. Bapakku berkata: Tidak mati seorangpun dari Bani Umayyah melainkan ditukar bentuknya menjadi cicak (laisa yamuutu min Bani Umayyati mayyitun illa musikha wazghan). Sesungguhnya Abd al-Malik bin Marwan di saat kematiannya berubah menjadi seekor cicak (musikha wazghan). Aku dan anaknya berada di sisinya. Manakala mereka kehilangannya, maka ia menjadi isu yang besar kepada mereka, mereka tidak mengetahui apa yang mereka lakukan. Kemudian mereka sepakat mengambil batang kurma, lalu mereka membuatnya seperti bentuk seorang lelaki. Mereka telah melakukannya. Mereka memakaikan batang kurma itu dengan baju besi. Kemudian mereka melipatkannya pada kafannya. Tiada seorangpun yang melihatnya melainkan aku dan anak lelakinya.
    Al-Kulaini, Raudhat al-Kaafi, viii, hlm 257-8, hadis no. 305 “Pertukaran bentuk kepada cicak”

    lebih lengkapnya lihat di buku: REINKARNASI DALAM AL-QUR'AN DAN HADITS
    http://cahayagusti.blogspot.com/2011/08/normal-0-false-false-false.html

    BalasHapus