Kamis, 22 September 2011

Tasawuf dari beberapa Sudut

Taswuf sumbernya ada tiga ; pertama tasawuf indal akhlaq wal adab, yang kedua tasawuf indal Fuqaha ; tasawuf menurut fuqaha, dan ketiga tasawuf inda ahlil Ma’rifat. Ini yang perlu diketahui.

Tasawuf inda akhlaq wal adab bisa kita terapkan sedini mungkin untuk anak-anak kita. Terutama makan; pake tangan kanan, di ajari sedini mungkin, masuk kamar mandi kaki kiri, keluar kaki kanan ini tasawuf akhlak wal adab. Karena sumbernya tasawuf adalah min akhlaq wal adab, dari pekerti dan tatakrama.

Yang kedua tasawuf indal fuqaha : bagimana fiqih ini tidak berhenti hanya secara fiqhiah belaka. Contoh orang kalau sudah menjalakan wudhu mau sholat, setelah dipake shalat wudhunya kemana? Selesai kan?! 

Selasa, 16 Agustus 2011

Mengenali Diri


Bila kau mengenal dirimu

Kau akan mengenal Tuhanmu

Orang yang mengenal Tuhan

Bicara tidak sembarangan
Dalam mencari Tuhan
 
Ada yang menempuh jalan panjang

Dan penuh kesukaran

Ada yang tiada berjalan
 
Dan penuh kemudahan
 

Senin, 08 Agustus 2011

Sekilas ttg Syirik

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 
"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan nabi-nabi sebelummu, kalau engkau berbuat syirik, sungguh-sungguh kamu akan menjadi golongan yang merugi." (QS. Az Zumar: 65)
"Mereka itulah orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat tuhan mereka dan terhadap hari perjumpaan dengan-Nya (yakni hari kiamat) sehingga Allah batalkan amalan mereka. Maka Kami tidak akan menegakkan amal timbangan mereka dihari kiamat." (QS. Al Kahfi: 105)

Secara garis besar, syirik terbagi dua, yaitu:

Syirikul Akbar (syirik besar) yang akibatnya dapat membatalkan iman pelakunya. Yang termasuk jenis ini adalah segala bentuk peribadatan yang ditujukan kepada selain Allah Ta'ala, karena meyakini bahwa selain Allah itu adalah dzat yang berhak mendapatkan peribadatan tauhid tersebut sebagaimana peribadatan kepada Allah Ta'ala. Syirik yang tergolong jenis syirkul akbar adalah segala jenis ibadah yang ditujukan kepada selain Allah Ta'ala karena meyakini bahwa selain Allah Ta'ala itu berhak mendapatkan peribadatan tersebut.

Sabtu, 16 Juli 2011

Betapa Suci dan Mulia diriKu

Disebutkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu anhu, dia mengatakan: “Pada suatu hari aku pernah keluar bersama Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu samapi kami memasuki sebuah tembok sebuah bangunan. Maka tatkala antara aku dengan beliau terpisahkan oleh tembok, sedangkan beliau di dalam tembok bangunan, di saat itulah aku mendengar beliau mengatakan: “Umar bin Khoththob adalah amirul mukminin. Bakh, bkah (aku tak mau mengatakannya, sebab ini kesombongan, ini ujub, ini adalah kesenangan yang tidak benar). Demi Alloh, wahai Ibnu Khoththob, kamu mau bertaqwa kepada Alloh atau Dia benar-benar akan mengadzabmu”. (Muhasabatun Nafs 1/15)

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيمِ
 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci [An Najm [53;32]]

Dengan perkataan tiap hari.
Dengan perbuatan tiap hari.
Apakah masih layak kita berkata dalam hati "Aku manusia yang mulia,bersih dan bebas dosa" ?

salam ukhuwah

Usia Senja atau Menanti Pulang

Lanjut usia merupakan episode terakhir dari kehidupan dunia seseorang yang apabila diibaratkan seperti putaran hari maka ia menggambarkan saat-saat menjelang matahari terbenam, dimana sebentar lagi, entah sesaat atau dua saat lagi kita pun akan meninggalkan dunia menuju akhirat yang belum kita ketahui gelap terangnya, tidak seperti matahari yang meninggalkan siang yang sudah jelas menuju waktu malam yang gelap.
Setelah sekian puluh tahun menjalani kehidupan dunia yang merupakan perniagaan antara untung dan rugi, usia senja kita saat ini merupakan saat dimana tidak ada lagi hal yang lebih penting bagi kita selain bekal amalan yang cukup untuk menggapai kerohmatan Robbul ‘alamin azza wajalla.